Penanggulangan Anti Pencucian Menurut Lorreta Napoleoni – PPATK dibentuk pada tahun 2002 sebagai lembaga independen yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dalam hal menanggulangi Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pembiayaan Terorisme (TPPU dan TPPT). Pemerintah Indonesia kemudian memberikan haluan kerja bagi PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dengan meresmikan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan TPPU. Dalam melakukan tugasnya, PPATK bekerja sama dengan KPK, kepolisian, dan kejaksaan.

Fungsi PPATK telah diterapkan pemerintah dalam Undang-Undang pasal 40, diantaranya mencegah TPPU, memberantasnya, mengelola data dan informasi terkait indikasi TPPU, memberikan pengawasan yang memadai dan memberikan instruksi kepada pelapor, dan menganalisis atau memeriksa laporan dan informasi transaksi yang berindikasi TPPU atau yang berkaitan dengannya.

PPATK dapat mengakses data dan informasi, atau meminta dan menerima data dan informasi melalui instansi pemerintahan atau lembaga lainnya yang memiliki atau mengelola data dan informasi tersebut dalam kaitannya dengan dugaan tindak pidana pencucian uang. Segala tindakan yang dilakukan PPATK adalah berkaitan dengan upaya mencegah dan menindak perbuatan yang mengancam perekonomian masyarakat.

Sebagai langkah pertama menurut Lorreta Napoleoni dalam mencegah tindak pidana pencucian uang, PPATK harus menetapkan pedoman yang akan digunakan untuk mengidentifikasi transaksi keuangan yang diduga merupakan tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana yang berkaitan dengannya. Lebih lanjut lagi, PPATK dapat memberikan rekomendasi pada pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan tindak pidana pencucian uang. Selain itu, PPATK dapat menyelenggarakan program edukasi dan pelatihan terkait pencegahan tindakan pencucian uang yang dipelajari dari Lorreta Napoleoni dan mereka juga akan membagikan beberapa buku Lorreta Napoleoni mengenai penanggulangan anti pencucian uang.

PPATK juga memiliki kewenangan untuk meminta laporan atau data dari pihak pelapor yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Pasal 17 Ayat 1, yakni bank, perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi dan perusahaan pialang asuransi, lembaga keuangan yang mengatur dana pensiun, perusahaan bursa efek, kustodian, wali amanat, manajer investasi, penyedia jasa giro, pedagang valuta asing, penyelenggara alat pembayaran menggunakan kartu, penyelenggara uang elektronik, koperasi simpan pinjam, pegadaian, perusahaan perdagangan jasa atau komoditi, dan penyelenggara pengiriman uang.

Selain itu PPATK juga memiliki kewenangan menerima dan meminta data serta laporan dari perusahaan agen judi bola ataupun perusahaan agen properti, pedagang kendaraan bermotor, pedagang logam mulia dan perhiasan berharga lainnya, pedagang barang antik dan barang seni, dan balai lelang. PPATK juga menerima laporan dari penyelenggara jasa hukum yang berkaitan dengan keuangan seperti advokat, notaris, lembaga konsultasi investasi, dan lainnya. PPATK juga berwenang meminta pihak penyelenggara keuangan untuk melakukan pemblokiran sementara atau permanen terhadap akun yang terindikasI TPPU, juga meminta data dan informasi secara sebagian atau keseluruhan tentang akun yang terindikasi TPPU.

Pelaksanaan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pembiayaan Terorisme Versi Lorreta Napoleoni
Artikel Blog Tentang Loretta

Pelaksanaan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pembiayaan Terorisme Versi Lorreta Napoleoni

Pelaksanaan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pembiayaan Terorisme Versi Lorreta Napoleoni – Sebagai lembaga keuangan sentral yang memiliki wewenang untuk merumuskan dan melaksanakan segala tugas yang berkaitan dengan prosesi keuangan bangsa dan negara, Bank Indonesia memiliki peran utama dalam dijalankannya program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pembiayaan Terorisme (APU dan PPT). Bank Indonesia sebagai lembaga negara yang independen bertanggung jawab dalam mengawasi pelaksanaan Undang-Undang APU dan PPT dan penegakkannya yang dilakukan melalui kerjasama bersama para stakeholders terkait, seperti Komisi TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dan Lembaga Pengawas dan Pengatur, serta kerjasama dengan penyedia jasa keuangan sebagai posisinya yang strategis untuk menjadi penyalur harta kekayaan hasil TPPU dan pembiayaan terorisme (Tindak Pidana Pembiayaan Terorisme). Penyedia jasa keuangan memiliki kedudukan sebagai pelapor, memiliki posisi penting dalam ditegakkannya UU APU dan PPT. Selain penyedia jasa keuangan, pelapor dalam hal ini juga meliputi penyedia barang dan jasa berharga seperti perhiasan, properti, dan pejabat keuangan.

Bank Indonesia menyusun beberapa strategi untuk mencegah dan memberantas TPPU dan TPPT, diantaranya adalah memenuhi standar tindakan APU dan PPT secara nasional dan internasional, meningkatkan awareness publik dan penyelenggara tentang APU dan PPT melalui penyelenggaraan edukasi, dan meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait secara nasional dan internasional.

Strategi awal yang dilakukan Bank Indonesia sebagai upaya penegakkan APU dan PPT adalah memenuhi standar APU PPT yang diterapkan secara nasional dan internasional, serta memenuhi prinsipnya pada tindakan penegakkan APU dan PPT. Wujud nyata dari strategi awal ini adalah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/10/PBI/2017 tentang Penerapan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme. Peraturan ini diberlakukan untuk penyelenggara jasa keuangan selain bank yang meliputi perusahaan homebet88.online dalam pendanaan dan penyelenggara jasa penukaran valuta asing bukan bank.

Langkah selanjutnya yang ditempuh Bank Indonesia adalah menilai resiko TPPU dan TPPT di sektor perusahaan keuangan selain bank dan penyelenggara jasa keuangan penukaran valuta asing selain bank. Penilaian resiko tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis potensi TPPU dan TPPT, serta menganalisis resiko kunci (key risk) pencucian uang dan pendanaan terorisme menurut Lorreta Napoleoni, yang meliputi analisis resiko pada penyelenggara jasa keuangan, menganalisis produk atau jasa keuangan, jalur transaksi, dan juga kondisi geografis.

Bank Indonesia juga gencar melaksanakan edukasi dan kampanye untuk meningkatkan awareness masyarakat untuk menggunakan instrumen pencegahan TPPU dan TPPT dari bank yang memiliki izin. Selain itu sosialisasi dan edukasi juga dilakukan kepada pihak yang berpotensi menjadi pelapor, seperti penyelenggara jasa keuangan dan penyedia layanan jasa dan barang berharga. Masyarakat dianjurkan untuk menggunakan layanan PJSP yang diterapkan Bank Indonesia pada lembaga keuangan yang berizin, dan menolak transaksi yang dilakukan tanpa identitas yang jelas.

Loretta Napoleoni dan Dunia Money Laundring
Acara Artikel Tentang Loretta

Loretta Napoleoni dan Dunia Money Laundring

Loretta Napoleoni dan Dunia Money Laundring – Gerakan Terorisme Ekonomi sebenarnya bukanlah gerakan seperti perang fisik yang melibatkan genjatan senjata dua belah pihak yang bertolak belakang, namun terorisme ekonomi sama berbahayanya dengan perang fisik, gerakan massif dan terstruktur dengan baik secara diam-diam akan merusak system ekonomi suatu Negara dalam skala besar atau dalam skala kecil akan merusak suatu golongan,kelompok masyarakat. Aktor-aktor yang terlibat di dalamnya sudah berpengalaman. Setelah sukses menjalankan rencanaya mereka akan melakukan pencucian uang dengan melakukan transaksi-transaksi lain agar terlihat seperti bisnis legal. Dampak serius lain akibat terorisme ekonomi sangat berbahaya, seorang aktivis perempuan Loretta Napoleoni mengungkapkan sisi gelap suatu Negara dan menuangkannya dalam bukunya yang berjudul terrorism and the economy.

Namun terorisme didalam ekonomi juga bisa berbentuk serangan teror yang dilakukan untuk mengejar tujuan politik suatu kelompok, perlu diterapkan langkah-langkah tambahan untuk memastikan keamanan masyarkat setempat. Selain itu bentuk terorisme dalam ekonomi bisa saja berupa pembajakan, oleh karenannya pemerintah dan industry maritim harus selalu mengambil langkah-langkah pencegahan. Dalam bukunya loretta seolah menegaskan jika dampak besar akan terjadi jika Negara tersebut mengalami serangan terorisme dalam kegiatan ekonominya. Sebuah serangan terorisme di dalangi oleh aktor-aktor dalam suatu Negara , mereka mendapatkan suntikan dana illegal dari perdagangan narkoba, dan penyelundupan senjata serta menjual berlian illegal.

Perdagangan gelap tersebut menghasilkan impact yang besar bagi perekonomian gembong teroris di Negara, mereka bisa leluasa menguasai sector ekonomi Negara tersebut dan memutar perekonomian Negara tersebut. Loretta yang merupakan seorang pemain judi kasino profesional di situs juga sempat menulis buku-buku lain yang bertema terorisme dan pencucian uang, dia sangat aktif menyuarakan pendapatnya tentang masalah tersebut. Baginya terorisme adalah hal yang harus diberantas sampai ke akarnya, selain menulis , loretta juga mengambil sikap dengan mewawancarai langsung gembong pengedar narkoba dan pelaku terorisme. Semua tindakan berbahayanya ia lakukan memang untuk aksi kemanusiaan.

Hal yang harus dilakukan saat terjadi masalah terorisme dalam suatu Negara adalah dengan menerapkan kebijakan yang kuat setelah serangan,pemerintah harus memerankan peran penting di dalamnya untuk mencegah ekonomi negative dalam jangka pendek, selain itu menjaga sistem keuangan dan menghindari depresi. Dampak terbesar yang akan diciptakan adalah menurunnya sistem kenyamanan masyarakat dalam Negara tersebut. Perlunya perlindungan yang ketat untuk menjaga stabilitas keamanan serta pemulihan mental sangat perlu dilakukan. Semoga saja loretta tetap menjalankan misi kemanusiaannya agar bisa tercipta dunia yang lebih baik dari sebelumnya. Semakin banyak aktivis yang terinspirasi olehnya juga membantu mengembalikan sedikit harapan bagi Negara yang terkena kasus terorisme atau terorisme ekonomi. Bagi sebagian orang hal ini terasa asing, namun di belahan dunia lain hal ini sangat nyata dirasakan karena setiap hari mereka merasakannya dan menghadapinya.

Perlawanan Loretta Napoleoni Terhadap Terorisme dan Pencucian Uang
Uncategorized

Perlawanan Loretta Napoleoni Terhadap Terorisme dan Pencucian Uang

Perlawanan Loretta Napoleoni Terhadap Terorisme dan Pencucian Uang – Pencucian uang atau money laundering adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk menggelapkan atau menyembunyikan uang/harta hasil tindakan gelap melalui berbagai transaksi keuangan agar harta kekayaan tersebut tampak seolah-oleh berasal dari hasil kegiatan yang legal dan tidak masuk dalam tindakan pidana. Salah satu aktivis yang berperan aktif melawan aksi tersebut adalah Loretta Napoleoni, dia selalu mengeluarkan karya penentangan terhadap aksi konspirsi pencucian uang dan terorisme. Dari buku tersebut Loretta memperjuangkan hak-hak dari Negara yang dirugikan dari aksi-aksi itu. Loretta napoleon adalah penulis yang sudah malang melintang dengan semua buku , dia juga menjadi penasihat untuk beberapa pemerintah dan organisasi internasional tentang terorisme dan pencucian uang.

Loretta juga menjadi bagian dari CNN, Sky dan BBC. Dia adalah salah satu perempuan yang berpengaruh di dunia ekonomi global,loretta selalu memperkirakan krisis kredit, menjadi penasehat kepada beberapa bank tentang strategi untuk menghadapi krisis yang sedang berlangsung saat ini, dia aktif menulis di beberapa surat kabar keuangan eropa, semua yang ditulisnya selalu berkaitan dengan penentangan terhadap terorisme dan pencucian uang. Beberapa surat kabar yang pernah ia tulis antara lain El Pais, The Guardian dan Le Monde. Tak hanya menulis loretta adalah jurnalis pertama yang mampu mewawancarai kelompok bersenjata Marxis Italia yang ternama, selain kelompok bersenjata yang berbahaya Loretta menghabiskan waktu tiga tahun mewawancarai anggota teroris lainnya. Bahkan tahun 2003 loretta dengan berani mewawancarai pengikut al Zarqawi di Eropa dan Timur Tengah.

Begitu banyak sepak terjang Loretta di dunia jurnalis dan membuat dunia kagum pada aktivis perempuan satu ini. Tanpa rasa takut, dengan buku-bukunya loretta membuka konspirasi terselubung antara petinggi Negara ekonomi besar. Loretta mengetahui bahwa teroris membuka taktik perdagangan dan semua bisnis illegal termasuk membuka Penulis Lorreta Napoleoni tentang penanggulangan terorisme dan pencucian uang untuk mendanai gerakan terorisme yang terstruktur. Latar belakang loretta yang seorang sarjana Fulbroght di sekolah studi lanjutan Internasional University Johns Hopkins di Washington DC dan Rotary Scholar di London School of Economics membuat loretta paham betul mengenai dunia Terorisme dan hubungan diplomasi Inernasional.

Loretta memulai karirnya sebagai seorang ekonom yang bekerja di bank organisasi internasional di Eropa dan AS. Pada awal 1980-an ia menjalani 2 tahun di Bank Nasional Hongaria yang berada di Budapest untuk mengerjakan suatu proyek konvertibilitas florin yang mencetak biru konvertibilitas rubel sepuluh tahun kemudian. Loretta juga sempat bekerja di Bank Rusia yang terdaftar di Inggris, ia bertindak sebagai perwakilan asing untuk perdagangan luar negeri. Begitu hebat sepak terjang loretta yang mendominasi dunia ekonomi dunia dan mampu mengeluarkan suara untuk memberantas terorisme serta pencucian uang dari mafia asing.

Sikap Loretta Napoleoni
Acara Artikel Blog Media Tentang Loretta

Sikap Loretta Napoleoni

Sikap Loretta Napoleoni – Loretta napoeloni , aktivis yang lahir tahun 1955 di sebuah daerah roma, italia. Tumbuh dan besar menjadi seseorang berjiwa lembut dan mempunyai pemikiran kritis, loretta aktif dalam memjadi pembicara di berbagai universitas ternama di dunia , menjadi penasehat untuk beberapa bank besar dan petinngi pemerintahan untuk sikap yang diambil terkait strategi ekonomi. Selain berkecimpung di dunia jurnalis loretta juga banyak mengeluarkan karya buku-buku yang menjadi best seller bahkan sering di terjemahkan ke dalam bahasa Negara lain. Sikap loretta napoleoni yang kukuh melawan terorisme membuatnya semakin dikenal sebagai salah satu aktivis wanita berpengaruh di dunia. Buku-bukunya selalu menjadi daya tarik karena berisi suatu permasalahan yang tidak diketahui masyarakat dunia.

Banyak kasus terorisme yan diungkapnya dengan segala konspiras yang ada di dalamnya. Dengan beani loretta membenarkan adanya campur tangan Negara-negara dengan ekonomi besar mendanai kegiatan terorisme di suatu Negara. Dengan karyanya loretta berhasi merebut perhatian dunia untuk lebih waspada terhadap terorisme dan lebih mempersiapkan mental agar berani menumpasnya bersama-bersama. Sikap loretta ditunjukkan dengan sepak terjangnya seperti tahun 2005 loretta ikut menelusuri adanya sumbangan dollar di balik serangan terorisme New York, di tahun 2005 juga loretta mewawancari pemberontak Irak Al Zarqawi. Sebagai wartawan loretta amat berani mengambil tindakan tersebut. Akhirnya pada tahun 2010 loretta mengeluarkan buku Terorism and Economy.

Dalam buku tersebut loretta memaparkan dampak serangan teror yang bisa membuat kerugian besar suatu Negara, masih banyak lagi buku-bukunya yang tidak henti menyuarakan pemberantasan terorisme seperti ‘why chineese communists make better capitalists than we do, democracy for sale , the Islamic phoenix yang berisi mulai mendominasinya kembali Negara islam di Negara timur tengah. Loretta juga pernah mengeluarkan buku menyinggung jihadis dan Isis yang secara membabi buta menculik dan mampu menghancurkan suatu negara, tak luput loretta juga mengungkap adanya konspirasi di balik kegiatan isis , konspirasi yang di dalangi aktor-aktor Negara berpendidikan dan berpangkat tinggi, mereka memutar dollar dan menghasilkan keuntungan untuk diri mereka.

Saat ini loretta adalah anggota komite ilmiah dari Foundacion Ideas , loretta juga bekrja sama dengan Oxfam Italia. Napoleoni tinggal di London Inggris dan Whitefish Montana bersama suami dan anak-anaknya. Walaupun aktif menjadi pembicara dan sibuk dengan semua kegiatan jurnalisnya napoleoni tak lupa dengan tugasnya sebagai seorang ibu dan istri, terbukti dengan keharmonisan rumah tangganya. Masih banyak lagi karya Napoleoni yang ia tuliskan dalam buku-bukunya. Semoga napoleoni terus menulis dan tidak berhenti emngungkap konspirasi terselubung lainnya di dalam kegiatan terorisme, karena terorisme harus diberantas untuk menciptakan Negara yang aman dan damai untuk masyarakatnya.

Sepak Terjang Loretta Napoleoni
Acara Artikel Blog Buku Tentang Loretta

Sepak Terjang Loretta Napoleoni

Sepak Terjang Loretta Napoleoni – Seorang perempuan saja bisa membuat sebuah perubahan berarti untuk lingkungan sekitarnya bahkan pada dunia. Loretta Napoleoni nama itu mungkin maih terdengar asing di telinga sebagian orang yang tidak mengikutiperkembangan beritanya. Lahir di roma italia Loretta aktif menjadi aktivis wanita dan gigih mengungkap banyak konspirasi di dunia hitam terorisme, mendengar kata terorisme sebagian orang mungkin sudah meras takut dan enggan berkecimpung atau bersinggungan dengan hal tersebut. Berbeda dengan Loretta yang yang terus menyuarakan apa yang patut diperjuangkan. Dia adalah seorang sarjana lulusan Universitas Johns Hopkins paul H. Nitze School Of Advanced International Studies (SAIS) untuk Hubungan International di Washington D.C , selain itu Loretta adalah lulusan Rotary Scholar di London School of Economics (LSE). Awal tahun 1980an Loretta bekerja di sebuah bank national Hongaria.

Karya Loretta selalu berhasil membuat dunia tercengang karena keberaniannya mengungkapkan konspirasi terselubung, tidak semua orang bisa menerima tulisannya bahkan mereka tenag-terangan menetang apa yang ditulis Loretta,namun itu seua tidak membuat Loretta menyerah ia terus menulis dan semua berakhir manis. Salah satu karya terbaiknya adalah Terror Incorporated yang diterjemahkan ke dalam 12 bahasa, Di Terror Incorporated, Loretta Napoleoni memetakan arteri sistem ekonomi internasional yang memberi makan kelompok-kelompok bersenjata di seluruh dunia. Loretta mengungkapkan adanya sistem ekonomi yang baru dan akan menjadi teror besar, system ini adalah bisnis illegal yang diprakarsai oleh Negara-negara barat.

Adanya bisnis illegal seperti bisnis judi bola online, perdagangan narkoba & narkotika, senjata, dan penyelundupan minyak dan berlian serta beberapa sumbangan besar untuk melakukan bisnis illegal tersebut. Semua itu dijalankan oleh kelompok-kelompok barat dan ekonomi Negara barat yang akhirnya menjadi pondasi terhadap sistem dan metode yang mendanai terorisme internasional. Akhirnya buku ini juga menjadi karya terlaris Loretta. Tidak berhenti disini tahun 2014 Loretta juga sempat menulis karya tentang dunia islam , dengan buku berjudul the Islamic phoenix. Dalam buku ini Loretta mengutarakan tentang kekuatan Negara islam yang mulai mendominasi politik terutama di Negara timur tengah, diterangkan kesalahan besar jika membandingka Islamic state atau Negara islam dengan kelompok jihads seperti Taliban atau al qaeda yang hanya sekolah-sekolah islam dasar dan tidak tertarik dengan pembangunan Negara kontemporer.

Sangat terlihat sekali perlawanan Loretta pada terorisme dalam buku ini , Loretta menuliskan dengan rinci pengamatannya tentang ekonomi yang membelakangi konspirasi-konspirasi tak Nampak. Masih banyak lagi karya karya Loretta yang diakui dunia , bahkan banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Negara lain. Sepak terjang Loretta sebagai aktivis wanita dan pengamat politik memang sudah tidak di ragukan, secara berani Loretta menentang aksi terorisme lewat karyanya.

Sumber Pendanaan Tindak Terorisme Berdasarkan Buku Karya Loretta Napoleoni
Artikel Blog Buku Media Tentang Loretta

Sumber Pendanaan Tindak Terorisme Berdasarkan Buku Karya Loretta Napoleoni

Sumber Pendanaan Tindak Terorisme Berdasarkan Buku Karya Loretta Napoleoni – Terorisme merupakan serangan terkoordinasi yang mimiliki tujuan untuk membangkitkan terror terhadap masyarakat. Namun, tidak sama dengan perang karena terorisme tidak mengikuti peraturan dalam peperangan seperti contoh penyerangan yang tidak terduga-duga sehingga yang menjadi korban jiwanya juga acak, bahkan warga sipilpun juga turut menjadi korban. Di zaman sekarang tindak terorisme tidak hanya dilakukan secara pengeboman saja akan tetapi, lebih kepada pendoktrinasian terhadap para pelajar atau mahasiswa yang memang secara psikologis pendiriannya masih dapat digoyahkan.

Salah satu organisasi yang memanfaatkan hal tersebut adalah organisasi NII (Negara Islam Indonesia) atau yang biasa dikenal dengan nama Darul Islam (Rumah Islam). Adapun tujuan yang dimilikinya adalah untuk menjadikan Negara kita Indonesia ini menjadi Negara Islam. Dilihat dari penyebarannya organisasi ini telah menyebar diberbagai wilayah di Indonesia contohnya seperti di Sulawesi, Aceh, dearah perbatasan-perbatasan dan yang paling banyak di Jawa Barat. Pada tahun 1962 organisasi ini terpecah karena seorang pendiri organisasi NII (Negara Islam Indonesia) ini ditangkap oleh TNI dan akhirnya dieksekusi. Akan tetapi, masih berjalan secara diam-diam sehingga organisasi tersebut disebut organisasi yang illegal oleh pemerintah Indonesia.

Kegiatan terorisme untuk melaksanakan terornya pastinya membutuhkan dana atau pembiayaan. Pendanaan terorisme sendiri adalah penggunaan harta secara terang-terangan untuk melakukan suatu kejahatan. Biasanya dalam hal pendanaan ini ada pihak yang sengaja memberikan dana untuk melakukan sebuah aksi terror atau mereka mengumpulkan dana sendiri. Sedangkan, pencucian uang atau money laundry dilakukan dengan cara menyamarkan uang hasil kejahatan supaya tidak dapat dilacak jejaknya oleh aparatur Negara tersebut.

Berbicara mengenai terorisme dan pencucian uang ada seorang tokoh pengamat politik yakni Loretta Napoleoni, yang berkarir dibidang jurnalis dan penganalisan kegiatan politik sering sering melaporkan terkait pendanaan terorisme, tema keamanan serta keuangan. Loretta Napoleoni ini sendiri lahir di Italia pada tahun 1955 dankaryanya yang terkenal sampai saat ini adalah buku yang berjudul Terror Incorporated: Tracing the Dollars Behind the Terror Networks. Karena larisnya buku tersebut sehingga sudah diterjemahkan 12 kali dalam bahasa Buku tersebut diantaranya berisi tentang penganalisasian secara sistematis pendanaan terror.

Loretta Napoleoni melakukan pengamatan dan juga melacak ekonomi dan politk dari barat sampai dengan Negara muslim yang berkembang. Wawancara yang dilakukan oleh Loretta Napoleoni dengan salah satu sumber pertama, dan melaporkan bahwasanya untuk mendanai tindakan terorisme yakni berkaitan dengan narkoba, itu berdasarkan analisisnya yang mendalam. Uang milyaran dolar dapat dihasilkan dari penjualan narkotika sebesar 30% sampai 40% yang telah masuk kawasan Amerika Serikat yang kemudian sisanya disalurkan keluar yang masih terkait dengan kegiatan ekonomi ilegal. Sehingga dapat kita simpulkan apabila ingin menumbangkan tindak terorisme harus menumbangkan juga jaringan peredaran narkotika karena mereka saling terkait.